Selasa, 20 September 2016

Seputar Demo Karyawan Perum DAMRI


KITA prihatin dengan terjadinya kembali  demo yang dilakukan oleh karyawan di lingkungan Perum DAMRI. Untuk kesekian kalinya, demo yang dilakukan karyawan bus Damri, berkisar tentang gajih karyawan yang realitanya dibawah UMK, karyawan bus pemegang kartu BPJS yang tidak dibayarkan preminya sehingga tidak bisa digunakan, hingga  karyawan bus yang berbulan-bulan belum mendapatkan upah hingga karyawan yang belum mendapatkan uang pensiun. Belum lagi, sebagaimana cerita para karyawan, adanya dugaan  penjualan aset negara berupa tanah, bangunan  dan kendaraan tanpa tender yang dilakukan oleh oknum managemen di lingkungan Perum DAMRI.
Pada dasarnya, karyawan dimana pun bekerja dan mengabdi, statusnya adalah buruh.  Tak terkecuali Perum DAMRI,  apa pun alasannya namanya mempekerjakan orang, sudah menjadi kewajiban yang baku memberikan imbalan berupa upah atau gaji yang pantas pada karyawannya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, dalam prakteknya, sebagaimana problematika buruh, persoalan yang terjadi di lingkungan Perum DAMRI  adalah persoalan kebijakan managemen yang dipandang mencederai rasa kemanusiaan. Dan korbannya  adalah para karyawannya itu sendiri.
Sejak ditetapkan  tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional (HBI), kita pun mempunyai harapan yang sama,  HBI bisa dijadikan momentum untuk mengakhiri kemelut perburuhan yang menghalangi kita maju. Tuntutan karyawan bus DAMRI yang belum banyak beranjak dari sebelumnya, Kenaikan Upah Minimum, pesangon yang belum dibayarkan serta penderitaan lainnya,  jadi gambaran yang nyata bahwa belum ada pemahaman yang sama untuk menyelesaikan isu alot yang krusial tanpa melupakan konteks makro situasi domestik dan tuntutan global.
Di tubuh Perum DAMRI, kita melihat, masih tingginya rasa saling curiga. Di kalangan karyawan bus DAMRI masih besar anggapan bahwa pemerintah berkonspirasi dengan pihak managemen untuk menekan karyawan.  Keberadaan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan bagai macan ompong, karena adanya kesan pembiaran dan penerbitan aturan oleh pemerintah yang justru dianggap bertentangan dengan semangat UU itu sendiri.
Di sisi lain, dengan terjadinya demo, kita menangkap kesan bahwa karyawan bus DAMRI diposisikan sebagai musuh terbesar bagi pihak managemen karena aksi karyawan yang dianggap anarkhistis dan adanya tuntutan mereka,  dianggap sebagai faktor yang mengancam kelangsungan dan kesinambungan hidup perusahaan. Sementara itu kita melihat pemerintah sendiri seringkali tak berdaya dan kurang aktif menjembatani dua kepentingan serta menciptakan situasi kondusif  agar kepentingan karyawan dan pihak managemen tak bertabrakan. Akibatnya, muncul kesan seolah ada trade-off antara kesejahteraan karyawan dan pertumbuhan daya saing perusahaan.
Sebenarnya kita tak ingin di lingkungan Perum DAMRI  terjadi gelombang demo karyawan hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang diakibatkan oleh amburadulnya kebijakan managemen. Saling bertabrakannya pemikiran dan kebijakan dalam  tubuh managemen, menyangkut hajat hidup karyawan yang terus berulang-ulang pada  akhirnya akan merugikan kelangsungan hidup perusahan dan karyawan itu sendiri serta pihak managemen.
Di sinilah penyamaan persepsi dan take and give diperlukan. Dalam organik perusahaan sebesar Perum Damri, sangat tak pantas bila masih ada individu pimpinan yang memaksakan kehendak. Egoisme jabatan.  Justru kebijakan dan peran pihak managemen diperlukan berjalan beiriringan  untuk bisa menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Sebaliknya, pihak managemen Perum DAMRI  dan pemerintah tak bisa lepas tangan dari tanggung jawab meningkatkan kinerja karyawan, sekaligus meningkatkan taraf  hidupnya yang layak. 
Seiring dengan 1 Juni yang tercatat dalam perjalanan sejarah NKRI sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Semoga kita bersama bisa mengambil berkah. Bagaimana sila-sila dalam Pancasila tersebut bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila yang menciptakan kehidupan yang adil makmur, hikmahnya bisa  dirasakan oleh seluruh warga bangsa Indonesia, khususnya karyawan bus DAMRI, yang tak henti memperjuangkan nasib kesejahteraan hidupnya. Semoga...!! 

DAMRI Jangan Membuat “Negara di Dalam Negara”


Saatnya DAMRI untuk Kembali Kepada Amanah UUD’45 dan Pancasila......!!!
PERMASALAHAN pelik dan membuat sembelit terjadi di Perum DAMRI, baik yang menindas ( tidak manusiawi ) para karyawan maupun yang dianggap telah merugikan negara. Berbagai cara telah dilakukan  Forum Peduli Nasib Karyawan Perum DAMRI Surabaya. Baik melalui surat pelaporan kepada pemerintah/instansi terkait, hingga ke Presiden. Namun, sampai saat ini tidak ada tindak lanjut penanganannya.
Berbagai permasalahan yang terjadi di Perum DAMRI Surabaya, seperti halnya kerugian karyawan memberi upah dibawah UMK, tidak memberi pesangon bahkan mempekerjakan orang tanpa upah, pemegang kartu BPJS Kesehatan tidak dibayarkan preminya sehingga tidak bisa dimanfaatkan, serta ketika terjadi musibah kecelakaan pada beberapa karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun, bahkan sampai ada yang kakinya diamputasi tidak mendapat biaya pengobatan dan pesangon sepeser pun, tidak membayar karyawan yang sudah purna tugas, merekayasa /menggelapkan dana tabungan karyawan berupa JHT atau Taspen yang pernah dikelola Asuransi Jiwasraya dan PT.Taspen.
Selain itu, managemen membuat laporan palsu melalui media elektronik dan internet, seolah hasil pendapatan Perum DAMRI melebihi target dari Rp. 900 Milyar berhasil membukukan pendapatannya diatas Rp. 1,01 Triliun.  Bahkan pertengahan tahun 2015 telah mendapatkan laba Rp.62 Milyar. Namun pada kenyataannya, banyak karyawan yang belum menerima upah hingga 6 bulan.
Adapun notulen ketika pertemuan antara Direktur Perum DAMRI  dengan Forum Peduli Nasib Karyawan DAMRI  pada 17 Juni 2009 di Kementrian BUMN yang telah disepakati, hingga saat ini tidak pernah dilaksanakan.
Selain itu, mengenai penjualan aset negara berupa tanah dan bangunan tanpa tender terbuka dan penggunaannya tidak sesuai  dengan surat rekomendasi BUMN merupakan ironi lain yang menggerogoti bobroknya DAMRI. RKD (Rencana Kerja Damri) diatur oleh Direksi Perum DAMRI sendiri sehingga mengakibatkan kerugian Negara, perusahaan dan masyarakat pengguna jasa transpotasi. Karena kerugiaan Negara terdiri dan aset penjualan tanah dan bangunan, hibah dan subsidi baik pemerintah daerah maupun pusat.
Kerugian-kerugian perusahaan diakibatkan dari penyalahgunaan wewenang yang pelaksanaannya menyimpang dari peraturan perundang-undangan. Dengan berbagai bentuk pelanggaran tersebut pula,  Ketua Forum Peduli Nasib Karyawan Perum DAMRI, Supari menyatakan, seharusnya DAMRI yang merupakan alat transportasi angkutan darat satu-satunya yang dimiliki oleh Negara sesuai amanah UUD’45 Pasal 33, ayat 2 : “Perusahaan yang menghidupi hajat hidup orang banyak dan dikelola oleh Negara untuk kepentingan Bangsa dan Negara”. Bukan sebaliknya, yang dilakukan para oknum managemen Perum DAMRI, mereka berlaku memiliki perusahaan pribadi,  seolah “membuat negara di dalam negara” dengan aturan sendiri.
“Sementara itu pula, mengingat kondisi saat ini angka kecelakaan dan kemacetan baik dalam kota maupun antar kota sangat tinggi, sehingga untuk mengembalikan kepercayaaan masyarakat sangatlah dibutuhkan. Syukur-syukur pengguna transportasi DAMRI bisa dioptimalkan, atau bahkan bisa digratiskan. Diharapkan pula, segala aturan dan peraturan di perusahaan Perum DAMRI seharusnyalah disesuaikan dengan UUD’45 dan kaidah-kaidah Pancasila,” tandas Supari. 
Sementara itu, berbicara mengenai oknum managemen bernama Sadiyo, menurut Supari, pernah mengangkat karyawan  Lihudin,  narapidana yang mendapat putusan (vonis) 3,5 bulan dalam kasus perjudian dan penggelapan uang perusahaan DAMRI Surabaya yang terjadi sekitar tahun 2003, pada saat menjabat sebagai asisten manager. Bahkan Sadiyo banyak mengangkat karyawan dengan ijazah instan (palsu).
Sebaliknya, karyawan yang dianggap telah melakukan kinerja dengan baik, yang melalui prosedural secara baik pula justru banyak yang di PHK secara  tidak benar, khususnya yang tidak sehaluan dengan Sadiyo, terangnya sedikit menambahkan. (Red,)

Rabu, 05 Agustus 2015

PARIWISATA BUDAYA,PENDIDIKAN DAN ALAM DESA CISONDARI KABUPATEN BANDUNG




Kawasan Hutan Desa Cisondari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung yang di kelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)  dikaruniai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sumber daya alam yang berlimpah. Karunia Tuhan dari segi sumber daya alam itu tampak menonjol jika dilihat dari berbagai segi.Perkebunan Kopi yang relatif cukup besar dan bermutu baik, sumber daya air yang cukup dan berkelanjutan, potensi pertanian, peternakan dan berbagai sumber daya alam lainnya.
 Salah satu sumber daya alam yang paling menonjol yang dikaruniakan Allah S.A.W. kepada Desa Cisondari adalah kawasan Perkebunan Kopi Unggulan di Indonesia. Sebagai sebuah kekayaan alam yang sangat  potensial, Desa Cisondari adalah suatu kawasan Hutan  Pegunungan diselingi beberapa mata air,air terjun,dikelilingi hamparan perkebunan dan perkampungan.
Sehingga secara keseluruhan, kawasan ini membentuk satu kesatuan alam yang sangat indah dan menarik. Sejatinya, kekayaan alam yang diberikan begitu saja dari penciptaan Yang Maha Kuasa, haruslah memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Cisondari yang di lokasi dan di sekitar lokasi tersebut melalui peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya.

 Untuk itu, dibutuhkan berbagai upaya yang baik dalam perencanaan, pengelolaan dan pemeliharaan kekayaan alam yang melimpah di Desa Cisondari,  guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mayarakat cisondari perlu adanya sistem pola pemberdayaaan.
Dengan  adanya suatu wadah dalam bentuk Koperasi yang bisa menaungi para petani kopi  Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Cisondari.  Maka mulai dari perencanaan, pengelolaan, pengembangan sampai kepada pemeliharaan lingkungan Kehutanan yang ada di Cisondari, supaya bisa mensejahterakan para petani binaan LMDH .

          Dalam satu  penelitian yang benar-benar memadai untuk menjelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi dan bagaimana solusi yang ditawarkan, untuk menjadikan Desa Cisondari sebagai sumber daya alam yang memberi manfaat optimal baik kepada warga masyarakat maupun kepada pemerintah daerah, baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi lingkungan hidup.
Tulisan pendek ini sebagai sebuah prolog menuju diskusi dan penelitian yang lebih intensif dalam merencanakan, mengelola dan memelihara Kawasan Desa Cisondari demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warganya melalui pola pemberdayaan.

KONDISI OBJEKTIF
Namun di balik potensi besar yang menyatu pada komoditi wisata ini, terdapat beberapa kondisi yang membuat kita kuatir akan keberadaan Cisondari sebagai salah satu potensi wisata unggulan di daerah. Kondisi ril yang tengah menyelimuti kawasan hutan alam Cisondari dari sektor hulu (kondisi alam) sampai dengan hilir (pemasaran dan pengelolaan) adalah sebagai berikut :
a.       Dunia industri pariwisata dalam dan luar negeri adalah industri yang tidak pernah berhenti, kebutuhan akan keberadaan objek wisata yang baik sangat penting. Termasuk objek wisata Budaya,Pendidikan dan alam seperti Cisondari.
b.      Cisondari adalah salah satu dari sedikit sekali potensi alam berupa Air terjun serta Kopi Buhun di Ciwidey Kab. Bandung.
c.       Tingkat kesejahteraan masyarakat  di sekitar lokasi yang masih belum relative baik, umumnya penduduk setempat hanya memanfaatkan kawasan ini sebagai lahan pertanian. Belum banyak penduduk yang terlibat dalam pengelolaan dan pemeliharaan objek wisata ini.
d.      Masih terdapat beberapa titik penting yang potensial yang nyaris belum tersentuh pengelolaan dan pengolahan (atau bahkan perencanaan), seperti Mata Air, Air Terjun Curug Orok,Curug Kacapi,Rumah peninggalan kolonial Belanda serta kuliner Kopi Buhun Cisondari.
e.       Tingkat pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat yang masih relatif rendah terhadap dunia pariwisata.
f.       Kelestarian alam belum terjamin, karena belum ada upaya perencanaan dan pengelolaan yang sistematis dan berkelanjutan.
g.      Sarana dan prasarana yang tersedia masih relatif sangat minim, baik sarana dan prasarana untuk wisata alam, petualangan, pemasaran dan penelitian.
h.      Sumber daya keuangan yang tersedia untuk mendukung upaya pelestarian, pengelolaan dan pemasaran masih sangat terbatas, baik dari pemerintah maupun dari swasta.
i.        Sementara itu dari sisi sumber daya sosial, watak dan karakter masyarakat Cisondari relatif open minded dan terbuka terhadap perubahan.
j.        Keterbatasan informasi wisata dari dan keluar Cisondari.
k.      Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Cisondari berkeinginan mengembangkan Hutan Cisondari ke arah yang lebih baik, namun belum bertemu dengan pihak yang berkompeten.

Jika keadaan berlangsung terus menerus tanpa upaya perbaikan kondisi yang serius dan nyata dari berbagai pihak yang peduli, maka dikuatirkan Cisondari akan menjadi objek yang diekploitasi secara berkelanjutan tanpa memberikan kesejahteraan dan pencerahan bagi Masyarakat  sekitarnya.

PERMASALAHAN

a.       Belum adanya perencanaan yang jelas tentang upaya menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati sumber daya alam di Cisondari.

b.      Belum adanya wadah untuk menaungi petani kopi yang berbentuk KOPERASI.

c.       Belum jelasnya arah pengembangan Perkebunan Kopi Cisondari

d.      Tidak konkritnya manfaat ekonomis yang nyata dan berkelanjutan kepada masyarakat  di sekitar lokasi Cisondari

e.       Belum tersusunya visi pengembangan pariwisata daerah.

f.       Belum terakomidirnya berbagai potensi yang ada di bidang budaya dan wisata pada dari masyarakat Desa Cisondari Kabupaten Bandung khususnya dan Jawa Barat umunya.

 


 

PROGRAM YANG DIUSULKAN

Melangkah dari kondisi diatas, maka Lembaga Masyarakat Desa Hutan Cisondari Kabupaten Bandung perlu bekerjasama dengan berbagai kalangan yang memiliki visi dan Misi yang sama terhadap pengembangan Cisondari untuk menjadi sebuah konsep pengembangan Kawasan Wisata Terpadu sistematis, inovatif, menyeluruh dan berkelanjutan. Konsep ini disebut dengan “Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Perkebunan Kopi Buhun  Cisondari”.



TUJUAN

a.       Menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati sumber daya alam di Cisondari.

b.      Mengembangkan Cisondari menjadi sebuah objek wisata yang alami, inovatif, modern, terpadu, dan mempunyai ciri khas sendiri diantaranya Kopi Buhun Cisondari sebagai Minuman unggulan .

c.       Memberi manfaat ekonomis yang nyata dan berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar lokasi Cisondari

d.      Mengembangkan industri pariwisata daerah dalam visi CLEAN TOURISM.

e.       Menjaga keutuhan adat istiadat dan budaya penduduk lokal dengan meminimalisir dampak negatif pariwisata dengan melibatkan penduduk lokal dalam pengelolaan Cisondari.

f.       Mengakomodasi berbagai potensi yang ada di bidang budaya dan wisata  dari masyarakat Desa Cisondari  Kabupaten Bandung khususnya dan Jawa Barat  umumnya.

g.      Membuka lapangan pekerjaan baru bagi angkatan kerja produktif yang mau dan mampu bekerja di industri pariwisata

h.      Ikut berperan serta menyukseskan program Pemerintah Kabupaten  Bandung di bidang pariwisata


PENYELENGGARA PROGRAM
Program pengembangan terpadu objek wisata Cisondari ini dilaksanakan oleh tim kerja khusus di bawah naungan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kabupaten Bandung.
Secara umum manajemen KawasanWisataTterpadu Cisondari memakai pola sebagaimana tergambar dalam diagram berikut:

Susunan dan Struktur Tim Kerja Bersama

1.LMDH/Koperasi
2.Profesional/Tim Pengembangan Kawasan Wisata.
3.Konsultan : * Manajemen
                       * Wisata
                       * Pemasaran dll.
4.Pengelola Kawasan Wisata Cisondari
5.Orsosmas dan Pemda
6.Divisi :        * Sarana Prasarana
                       * Event Organizer
                       * Paket Wisata
                       * Pemasaran dan Humas.
                       * Personalia
                       * Riset


Susunan dan struktur Tim Kerja bersama Curriculum Vitae masing-masing personil selengkapnya terlampir.

KONSEP PROGRAM YANG DIUSULKAN

Konsep pengelolaan Cisondari yang diusulkan  adalah konsep Pengembangan Kawasan Wisata Alam Terpadu (KWAT) Cisondari dengan garis besar sebagai berikut :

a.       Pihak ketiga (professional pelaku industri pariwisata) mengelola Kawasan Cisondari dengan melakukan berbagai pembenahan dan perbaikan serta investasi.

b.      Pembenahan, perbaikan dan investasi tersebut menyangkut sarana dan prasarana, investasi sosial, promosi, penyusunan paket wisata dan sebagainya yang menunjang program pengembangan KWAT Cisondari


c.       Dalam pengelolaan KWAT Cisondari, pihak ketiga dapat bekerjasama dengan berbagai pihak lain yang satu misi dan dapat diajak bekerjasama, misalnya organisasi sosial masyarakat, organisasi pemuda, organisasi perempuan, lembaga konsultan wisata dan sebagainya

d.      Pihak ketiga sebagai pengelola KWAT Cisondari dapat memungut biaya kepada para pengunjung dan peserta berbagai paket wisata yang ditawarkan dan dari berbagai sumber pendapatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh pengelola KWAT Cisondari.


e.       Pengelola mengadakan perjanjian kerjasama dengan Pemkab. Bandung dan KTH dalam bentuk kontrak kerjasama yang dibayar lunas dimuka/pada saat penandatangan kontrak

f.       Keuntungan pengelolaan KWAT Cisondari setiap bulannya dialokasikan dengan ketentuan sebagai berikut :
-    20 % diberikan kepada 3 Lembaga yang ada di KWAT Cisondari, yakni Perhutani, Desa dan Koperasi LMDH.
-    Distribusi dana tersebut sepenuhnya merupakan hak dari penerima bantuan.
-    Dana kontribusi pengelolaan KWAT Cisondari kepada lembaga yang ada di sekitar Cisondari tersebut dapat diambil lansung dalam bentuk dana segar setiap bulan, atau dijadikan saham dalam manajemen pengelolaan atau alternatif lain yang disepakati antara manajemen pengelola KWAT Cisondari dengan 3 lembaga yang bersangkutan atas representasi pemerintah daerah.



MANFAAT PROGRAM

Manfaat bagi Pemerintah Kabupaten Bandung
i.        Kepastian pendapatan daerah dari nilai kontrak yang disetujui
ii.      Kepastian pengelolaan KWAT Cisondari secara profesional, modern,  transparan dan berkelanjutan
iii.    Bertambahnya fasilitas yang tersedia pada lokasi wisata dengan adanya investasi berupa sarana dan prasarana
iv.    Terjaminnya perawatan aneka sarana dan prasarana di lokasi wisata                                                    
     Cisondari
v.      Ketersediaan berbagai fasilitas umum bagi penduduk lokal dan para
     pengunjung
vi.    Dapat menjadi pusat sumber berbagai informasi bagi pemkab
vii.  Ajang sosialiasasi berbagai peraturan dan kebijakan pemkab, baik
 berhubungan lansung atau tidak dengan dunia pariwisata maupun yang tidak berhubungan lansung dengan dunia pariwisata



Manfaat bagi Dunia Usaha di Daerah

i.        Multiplier effect dari kedatangan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara
ii.      Sebagai pusat pemasaran aneka produk dan komoditi unggulan daerah
iii.    Sebagai sumber informasi yang bermanfaat bagi pengembangan berbagai komoditi dan produk unggulan dari informasi para pengunjung
iv.    Ajang temu bisnis dalam mengembangkan kemitraan dan menambah relasi bisnis
v.      Ketersediaan berbagai sarana dan prasarana serta jasa untuk menunjang pertemuan bisnis


Manfaat bagi Dunia Industri Pariwisata
i.        Sebagai ajang promosi berbagai paket wisata yang khas sesuai dengan paket yang dirancang
ii.      Sebagai sumber informasi untuk mengembangkan berbagai konsep wisata yang telah berhasil pada daerah lain
iii.    Ketersediaan aneka fasilitas pendukung pariwisata seperti homestay, restoran dan sebagainya
iv.    Kepastian pengelolaan KWAT Cisondari secara profesional, modern, transparan dan berkelanjutan
v.      Bertambahnya fasilitas yang tersedia pada lokasi wisata dengan adanya investasi berupa sarana dan prasarana

Manfaat bagi  Masyarakat dan Sekitarnya
i.        Ketersediaan lapangan pekerjaan sebagai sumber penghidupan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup
ii.      Tempat penyaluran berbagai kreativitas di bidang pariwisata, seni dan budaya serta aneka kerajinan
iii.    Kesempatan untuk berhubungan dengan orang yang berasal dari berbagai daerah dan negara, hal ini dapat membawa dampak yang besar dalam membentuk pola pikir dan wawasan
iv.    Kesempatan menjalin komunikasi dan jaringan dengan orang dari berbagai tempat, jalinan komunikasi dan silaturrahmi ini dapat menjadi titik awal bisnis dan karir
v.      Sebagai tempat pemasaran  produk Kopi dan kerajinan ciri khas daerah Cisondari
vi.    Ketersediaan berbagai fasilitas umum

Manfaat bagi Dunia Akademis/ilmu pengetahuan
i.        Lokasi penelitian berbagai disiplin ilmu, misalnya biologi tentang kupu-kupu dan aneka flora dan fauna, sosiologi dan sebagainya (eksak dan non eksak)
ii.      Lokasi berbagai acara akademis dan ilmiah,

g.      Manfaat bagi Lingkungan Hidup
i.        Terpeliharanya kelestarian  alam dan lingkungan serta keanekaragaman hayati

NILAI KONTRAK YANG DISEPAKATI
Nilai kontrak yang disepakati tergantung negosiasi

FAKTOR PENDUKUNG
a.       Relatif besarnya potensi Cisondari yang belum dikembangkan secara optimal sebagai sebuah objek wisata
b.      Lokasi Cisondari yang berada di daerah Kawasan wisata  Ciwidey Kabupaten Bandung
c.       Ketersediaan infrastruktur pendukung di lokasi dan di sekitar lokasi, misalnya  jalan, jaringan listrik, telepon, sumber air dan sebagainya
d.      Ketersediaan tenaga pengelola sebuah industri pariwisata secara profesional sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman pekerjaan
e.       Besarnya potensi pasar industri pariwisata yang belum terisi secara optimal, baik dalam skala lokal maupun nasional
f.       Parstisipasi masyarakat yang ralatif tinggi terhadap upaya pengembangan dan pembangunan industri pariwisata.
g.      Karakter masyarakat Desa Cisondari umumnya masih mempunyai kontrol yang relatif tinggi sehingga menunjang visi CLEAN TOURISM.
h.      Budaya masyarakat Desa Cisondari dan sekitarnya yang ramah serta terbuka terhadap perubahan
i.        Situasi dan kondisi keamanan di Desa Cisondari yang  kondusif untuk mendukung upaya pengembangan industri pariwisata




STRATEGI PELAKSANAAN PROGRAM
a.       Melakukan pendekatan dan kerjasama dengan berbagai pihak yang berminat mengelola kawasan wisata Cisondari dengan memberdayakan mereka pada pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing
b.      Menanamkan modal investasi secara kolektif (konsorsium) jika tidak mampu dilaksanakan secara pribadi/individual. Dapat pula dilakukan pola saham dengan Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai salah satu pemegang saham
c.       Mengoptimalkan pengelolaan dan melakukan upaya sosialisasi dan publikasi secara intensif dan melibatkan lebih banyak pihak
d.      Memberikan masukan dan pertimbangan logis kepada pihak yang berwenang mengambil keputusan akan pentingnya konsistensi kebijakan pimpinan daerah
e.       Memanfaatkan jaringan Relawan,LSM dan Media yang ada di Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat  untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan di Kawasan Wisata Alam Terpadu (KWAT) Cisondari.


GAMBARAN UMUM PROGRAM PENGEMBANGAN

Pengembangan di Bidang Sarana dan Prasarana

1.      Sarana bermain anak.
Pengembangan sarana dan sarana bermain anak meliputi berbagai permainan dan kelengkapannya, , ayunann, seluncuran dan sebagainya.

2.      Aula
Dibangun sebuah aula atau ruangan serba guna yang digunakan untuk berbagai keperluan seperti rapat, resepsi, eksebisi dan lain-lain. Pembangunan aula ini tidak mesti bermakna pembangunan sebuah gedung permanen konvensional tapi sebuah tempat yang khas dan bernuansa alami.

3.      Resto
Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung akan makanan selama berada di lokasi wisata dan penganan khas berupa produk pengolahan pangan sebagai oleh-oleh, maka dibangun sebuah restoran yang representatif yang juga menyediakan berbagi produk pengolahan pangan khas dan Kopi Unggulan Cisondari yang dibuat secara tradisional.

4.      Homestay
Semakin lama pengunjung berada di lokasi wisata diharapkan akan semakin banyak pelayanan yang dapat diberikan kepada mereka dan semakin besar manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu kehadiran sarana penginapan sangatlah dibutuhkan. Penginapan (homestay) yang disediakan adalah penginapan sederhana, alami, representatif dan sehat.

5.      Souvenir Shop
Toko cendramata ditata sedemikian rupa sehingga dapat bersinergi dengan usaha penyediaan berbagai cendramata

Buper
Dilakukan pembenahan terhadap bumi perkemahan (camping area) sehingga menjadi sebuah lahan kemping yang aman, nyaman, alami dan memadai sebagai sebuah camping area dengan berbagi kelengkapanya. Pada unit ini dapat juga dikembangkan usaha penyewaan peralatan dan perlengkapan kemping bagi para pengunjung.

Pengembangan dalam Bidang Penawaran Paket Wisata

1.      Wisata Alam (Natural Tour Package)
Paket Wisata Alam (PWA) Lembah Harau berisi berbagai kegiatan perjalanan dan pertualangan di alam, mulai dari hiking ke kebun Kopi, hutan lindung dan Air Terjun. Pada paket ini para peserta tour dapat menyaksikan proses pengolahan Kopi secara lansung. di pondok yang khas bentuk, fungsi dan peralatannya.

2.      Wisata Petualangan (Advanture Tour Package)Paket Wisata Petualangan merupakan ‘lanjutan’ dari wisata alam. Dalam ATP dilanjutkan dengan kegiatan menginap di alam bebas berupa pegunungan dan hutan.

3.      Wisata Budaya (Cultural Tour Package)
Paket wisata lain yang ditawarkan kepada para turis lokal dan mancanegara adalah konsep wisata budaya, dalam wisata budaya ini para pengunjung di bawa berkunjung ke tempat-tempat yang merupakan aset budaya berupa bangunan dan tempat tempat penting dalam budaya . Selain itu para pengunjung/peserta juga berkesempatan menyaksikan berbagai suguhan atraksi budaya berupa pagelaran tari dan lagu serta atraksi seni lainnya seperti …………………………  dan sebagainya.
4.      Wisata Sejarah (Historical Tour Package)
Dalam paket wisata sejarah ini ditawarkan kesempatan untuk mengunjungi tempat bersejarah sebuah gedung peninggalan colonial Belanda ;, sejarah relijius dan seterusnya.
.  
5.      Wisata Olah Raga (Sporty Tour Package)
Wisata olah raga yang khusus ingin dikembangkan di Kawasan Wisata Terpadu ……………………………………………………….
…………………………………………………………………………

Pengembangan ‘Perangkat Lunak’ Industri Pariwisata Daerah

a)      Tenaga pengelola industri pariwisata
Pengelolaan pariwisata di daerah selayaknya merupakan pekerjaan yang mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak ; pengelola objek wisata, pemerintah, swasta, masyarakat, lembaga sosial masyarakat, pers, LSM, legistalif dan seterusnya. Khusus bagi tenaga yang terlibat lansung dalam kegiatan pengelolaan pariwisata di daerah sebenarnya telah ada tenaga yang berlatar belakang pendidikan dan pelatihan di bidang pariwisata, namun tenaga terdidik dan terlatih-yang umumnya generasi muda- ini belum memperoleh kesempatan mengaplikasikan pengetahuan dan  keterampilannya di kawasan wisata yang ada di daerah. Kawasan wisata terpadu ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang terampil, profesional dan bertanggung jawab mewujudkan visi CLEAN TOURISM.

b)      Atraksi budaya
Pengelola Kawasan Wisata Terpadu Cisondari berkeinginan mengorganisir berbagai kelompok kesenian tradisional yang ada di Jawa Barat. Kelompok kesenian tradisional ini diberi kesempatan untuk tampil secara bergiliran di Cisondari. Sebagai pembanding dan menambah referensi kesenian tradisional Jawa Barat, secara periodic. Ditampilkan.

c)      Event Organizer (EO),
Untuk meningkatkan nilai jual objek wisata Cisondari, maka di bentuk sebuah unit yang menjalankan fungsi sebagai event organizer dari para pengunjung  dan atau calon pengunjung. Dengan adanya  event organizer ini diharapkan Cisondari tidak lagi hanya dikenal sebagai objek alam dengan hamparan lembah yang unik saja, tapi dikenal juga sebagai tempat yang kondusif untuk mengadakan pertemuan, rapat, konferensi, eksebisi dan sebagainya. Disamping tempat yang kondusif dan sarana yang lengkap untuk pertemuan semacam itu, dalam pelaksanaan acara pun ada kelompok yang membantu mempermudah pengurusan dan pelaksanaannya.

d)     Kemasan
Seringkali sebuah komoditi yang bagus tidak laris karena kemasan yang tidak memikat hati konsumen dan atau calon konsumennya. Objek wisata yang paket wisata pada prinsipnya merupakan komoditi yang juga harus dikemas dengan kemasan yang tepat dan sesuai. Mengemas sebuah komoditi bernama pariwisata membutuhkan pengetahuan, pemahaman dan konsep yang tepat. Calon pengelola KWT Cisondari ini memenuhi kriteria tersebut. Dalam menyusun paket wisata yang ditawarkan pengelola bekerjasama dengan konsultan pariwisata  

e)      Sumber daya sosial
Sumber daya sosial yang perlu dibenahi mencakup sikap dan prilaku masyarakat agar tetap bisa ramah dan bersahabat dengan para turis baik lokal maupun mancanegara. Turis tidak lagi dipandang semata-mata sebagai objek yang bisa digarap dan menjadi sumber pendapatan. Penataan berbagai piranti untuk menunjang keamaan dan kenyamanan seperti menghilangkan pungutan liar, keamanan kendaraan, kebersihan dan sebagainya merupakan sebuah keharusan.

f)       Sumber daya pemerintahan
Pemerintah daerah juga perlu mendukung upaya pengembangan pariwisata dengan memproduksi serangkaian  aturan dan kebijakan yang menunjang keberhasilan upaya pengembangan pariwisata. Perlu dibuat aturan yang jelas tentang berbagai pungutan (pajak dan retribusi) di bidang pariwisata, baik kepada wisatawan maupun kepada pengelola objek wisata serta industri pariwisata pada umumnya.

Pengembangan Perangkat Pendukung
.
a.       Life Music setiap minggu
Untuk mengisi waktu senggang pengunjung dan menambah daya tarik Cisondari, diselenggarakan hiburan berupa pertunjukkan musik lansung di pentas terbuka di alam. Pertunjukkan musik lansung ini menampilkan grup musik yang ada,Jenis musik yang ditampilkan terbagi atas dua, yakni musik tradisional seperti Kecapi Suling,Cianjuran Calung,   dan sebagainya dan musik modern berupa penampilan organ tunggal setiap hari minggu. Pada hari libur nasional ditampilkan kelompok musik yang berbeda dengan penampilan pada hari minggu biasa.

AGENDA WISATA TAHUNAN
Agenda wisata sepanjang tahun dikelompokkan ke dalam jenis wisata yang ada dengan berbagai paket yang ditawarkan. Pada waktu libur sekolah diselenggarakan paket khusus liburan bagi anak-anak usia sekolah, Agenda wisata  juga termasuk berbagai event yang digelar di KWAT Cisondari.

MANAJEMEN MUTU
Untuk menjamin mutu dari penyusunan program dan implementasi program di lapangan, maka usaha yang dilakukan diantaranya adalah:
a.       Dalam pengelolaan industri pariwisata bekerjasama dengan konsultan pariwisata yang telah berpengalaman.
b.      Dalam membuat paket bekerjasama dengan berbagai pihak yang berkompeten di bidang paket yang dibuat,
c.        Dinas Pariwisata, perguruan tinggi, museum dan sebagainya.
d.      Dalam memasarkan berbagai paket bekerjasama dengan Travel Agent, Hotel, Event Organizer dan pelaku industri pariwisata lainnya.
e.       Dalam menggali dan mengangkat berbagai potensi budaya daerah, pihak pengelola bekerjasama dengan sanggar-sanggar kesenian, para seniman tradisional dan seniman modern dan pihak-pihak lainnya.


PENUTUP
Makalah ini disusun sebagai kerangka dasar konsep pengembangan Desa Cisondari menjadi Kawasan Wisata Terpadu Cisondari. Sebagai sarana sosialiasasi ide, makalah ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi berbagai pihak yang berkompeten dalam mengambil keputusan sehubungan dengan pengembangan pariwisata di Kabupaten Bandung dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat.