Kawasan Hutan Desa Cisondari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung yang
di kelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dikaruniai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sumber daya alam yang berlimpah. Karunia
Tuhan dari segi sumber daya alam itu tampak menonjol jika dilihat dari berbagai
segi.Perkebunan Kopi yang relatif cukup besar dan bermutu baik, sumber daya air
yang cukup dan berkelanjutan, potensi pertanian, peternakan dan berbagai sumber
daya alam lainnya.
Salah satu sumber daya alam yang
paling menonjol yang dikaruniakan Allah S.A.W. kepada Desa Cisondari adalah
kawasan Perkebunan Kopi Unggulan di Indonesia. Sebagai sebuah kekayaan alam
yang sangat potensial, Desa Cisondari adalah suatu kawasan Hutan Pegunungan diselingi beberapa mata air,air
terjun,dikelilingi hamparan perkebunan dan perkampungan.
Sehingga secara keseluruhan, kawasan ini membentuk satu kesatuan alam yang
sangat indah dan menarik. Sejatinya, kekayaan alam yang diberikan begitu saja
dari penciptaan Yang Maha Kuasa, haruslah memberikan dampak yang baik bagi
masyarakat Cisondari yang di lokasi dan di sekitar lokasi tersebut melalui
peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya.
Untuk itu, dibutuhkan berbagai upaya
yang baik dalam perencanaan, pengelolaan dan pemeliharaan kekayaan alam yang
melimpah di Desa Cisondari, guna
meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mayarakat cisondari perlu adanya
sistem pola pemberdayaaan.
Dengan adanya suatu wadah dalam
bentuk Koperasi yang bisa menaungi para petani kopi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)
Cisondari. Maka mulai dari perencanaan,
pengelolaan, pengembangan sampai kepada pemeliharaan lingkungan Kehutanan yang
ada di Cisondari, supaya bisa mensejahterakan para petani binaan LMDH .
Dalam satu penelitian yang benar-benar memadai untuk
menjelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi dan bagaimana solusi yang
ditawarkan, untuk menjadikan Desa Cisondari sebagai sumber daya alam yang
memberi manfaat optimal baik kepada warga masyarakat maupun kepada pemerintah
daerah, baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi lingkungan hidup.
Tulisan pendek ini sebagai sebuah prolog menuju diskusi dan penelitian yang
lebih intensif dalam merencanakan, mengelola dan memelihara Kawasan Desa
Cisondari demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warganya melalui
pola pemberdayaan.
KONDISI OBJEKTIF
Namun di balik potensi besar yang menyatu pada komoditi wisata ini,
terdapat beberapa kondisi yang membuat kita kuatir akan keberadaan Cisondari
sebagai salah satu potensi wisata unggulan di daerah. Kondisi ril yang tengah
menyelimuti kawasan hutan alam Cisondari dari sektor hulu (kondisi alam) sampai
dengan hilir (pemasaran dan pengelolaan) adalah sebagai berikut :
a. Dunia industri pariwisata dalam dan luar
negeri adalah industri yang tidak pernah berhenti, kebutuhan akan keberadaan
objek wisata yang baik sangat penting. Termasuk objek wisata
Budaya,Pendidikan dan alam seperti Cisondari.
b. Cisondari
adalah salah satu dari sedikit sekali potensi alam berupa Air terjun serta Kopi
Buhun di Ciwidey Kab. Bandung.
c. Tingkat
kesejahteraan masyarakat di sekitar
lokasi yang masih belum relative baik, umumnya penduduk setempat hanya
memanfaatkan kawasan ini sebagai lahan pertanian. Belum banyak penduduk yang
terlibat dalam pengelolaan dan pemeliharaan objek wisata ini.
d. Masih
terdapat beberapa titik penting yang potensial yang nyaris belum tersentuh
pengelolaan dan pengolahan (atau bahkan perencanaan), seperti Mata Air, Air
Terjun Curug Orok,Curug Kacapi,Rumah peninggalan kolonial Belanda serta kuliner
Kopi Buhun Cisondari.
e. Tingkat
pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat yang masih relatif rendah
terhadap dunia pariwisata.
f.
Kelestarian
alam belum terjamin, karena belum ada upaya perencanaan dan pengelolaan yang
sistematis dan berkelanjutan.
g.
Sarana
dan prasarana yang tersedia masih relatif sangat minim, baik sarana dan
prasarana untuk wisata alam, petualangan, pemasaran dan penelitian.
h.
Sumber
daya keuangan yang tersedia untuk mendukung upaya pelestarian, pengelolaan dan
pemasaran masih sangat terbatas, baik dari pemerintah maupun dari swasta.
i.
Sementara
itu dari sisi sumber daya sosial, watak dan karakter masyarakat Cisondari
relatif open minded dan terbuka terhadap perubahan.
j.
Keterbatasan
informasi wisata dari dan keluar Cisondari.
k.
Lembaga
Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Cisondari berkeinginan mengembangkan Hutan
Cisondari ke arah yang lebih baik, namun belum bertemu dengan pihak yang
berkompeten.
Jika keadaan berlangsung terus menerus tanpa upaya perbaikan kondisi yang serius dan nyata dari berbagai pihak yang peduli, maka dikuatirkan
Cisondari akan menjadi objek yang diekploitasi secara berkelanjutan tanpa
memberikan kesejahteraan dan pencerahan bagi Masyarakat sekitarnya.
PERMASALAHAN
a. Belum adanya perencanaan yang jelas tentang upaya menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati sumber daya alam di Cisondari.
b. Belum adanya wadah untuk menaungi petani kopi yang berbentuk KOPERASI.
c. Belum jelasnya arah pengembangan Perkebunan Kopi Cisondari
d. Tidak konkritnya manfaat ekonomis yang nyata dan berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar lokasi Cisondari
e. Belum tersusunya visi pengembangan pariwisata daerah.
f. Belum terakomidirnya berbagai potensi yang ada di bidang budaya dan wisata pada dari masyarakat Desa Cisondari Kabupaten Bandung khususnya dan Jawa Barat umunya.
PROGRAM YANG DIUSULKAN
Melangkah dari kondisi diatas, maka Lembaga Masyarakat Desa Hutan Cisondari
Kabupaten Bandung perlu bekerjasama dengan berbagai kalangan yang memiliki visi
dan Misi yang sama terhadap pengembangan Cisondari untuk menjadi sebuah konsep
pengembangan Kawasan Wisata Terpadu sistematis, inovatif, menyeluruh dan
berkelanjutan. Konsep ini disebut dengan “Pengembangan
Kawasan Wisata Terpadu Perkebunan Kopi Buhun Cisondari”.
TUJUAN
a. Menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati sumber daya alam di Cisondari.
b. Mengembangkan Cisondari menjadi sebuah objek wisata yang alami, inovatif, modern, terpadu, dan mempunyai ciri khas sendiri diantaranya Kopi Buhun Cisondari sebagai Minuman unggulan .
c. Memberi manfaat ekonomis yang nyata dan berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar lokasi Cisondari
d. Mengembangkan industri pariwisata daerah dalam visi CLEAN TOURISM.
e. Menjaga keutuhan adat istiadat dan budaya penduduk lokal dengan meminimalisir dampak negatif pariwisata dengan melibatkan penduduk lokal dalam pengelolaan Cisondari.
f. Mengakomodasi berbagai potensi yang ada di bidang budaya dan wisata dari masyarakat Desa Cisondari Kabupaten Bandung khususnya dan Jawa Barat umumnya.
g. Membuka lapangan pekerjaan baru bagi angkatan kerja produktif yang mau dan mampu bekerja di industri pariwisata
h. Ikut berperan serta menyukseskan program Pemerintah Kabupaten Bandung di bidang pariwisata
PENYELENGGARA PROGRAM
Program pengembangan terpadu
objek wisata Cisondari ini dilaksanakan oleh tim kerja khusus di bawah naungan Lembaga
Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kabupaten Bandung.
Secara umum manajemen KawasanWisataTterpadu Cisondari
memakai pola sebagaimana tergambar dalam diagram berikut:
Susunan dan Struktur Tim Kerja Bersama
1.LMDH/Koperasi
2.Profesional/Tim Pengembangan Kawasan Wisata.
3.Konsultan : * Manajemen
* Wisata
* Pemasaran dll.
4.Pengelola Kawasan Wisata Cisondari
5.Orsosmas dan Pemda
6.Divisi : * Sarana Prasarana
* Event Organizer
* Paket
Wisata
* Pemasaran
dan Humas.
*
Personalia
* Riset
Susunan dan
struktur Tim Kerja bersama Curriculum
Vitae masing-masing personil selengkapnya terlampir.
KONSEP PROGRAM YANG DIUSULKAN
Konsep pengelolaan Cisondari yang diusulkan adalah konsep Pengembangan Kawasan Wisata Alam
Terpadu (KWAT) Cisondari dengan garis besar sebagai berikut :
a.
Pihak
ketiga (professional pelaku industri pariwisata) mengelola Kawasan Cisondari
dengan melakukan berbagai pembenahan dan perbaikan serta investasi.
b.
Pembenahan,
perbaikan dan investasi tersebut menyangkut sarana dan prasarana, investasi
sosial, promosi, penyusunan paket wisata dan sebagainya yang menunjang program
pengembangan KWAT Cisondari
c.
Dalam
pengelolaan KWAT Cisondari, pihak ketiga dapat bekerjasama dengan berbagai
pihak lain yang satu misi dan dapat diajak bekerjasama, misalnya organisasi
sosial masyarakat, organisasi pemuda, organisasi perempuan, lembaga konsultan
wisata dan sebagainya
d.
Pihak
ketiga sebagai pengelola KWAT Cisondari dapat memungut biaya kepada para
pengunjung dan peserta berbagai paket wisata yang ditawarkan dan dari berbagai
sumber pendapatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh pengelola KWAT
Cisondari.
e.
Pengelola
mengadakan perjanjian kerjasama dengan Pemkab. Bandung dan KTH dalam bentuk
kontrak kerjasama yang dibayar lunas dimuka/pada saat penandatangan kontrak
f.
Keuntungan
pengelolaan KWAT Cisondari setiap bulannya dialokasikan dengan ketentuan sebagai
berikut :
- 20 % diberikan kepada 3 Lembaga yang ada
di KWAT Cisondari, yakni Perhutani, Desa dan Koperasi LMDH.
- Distribusi
dana tersebut sepenuhnya merupakan hak dari penerima bantuan.
- Dana
kontribusi pengelolaan KWAT Cisondari kepada lembaga yang ada di sekitar
Cisondari tersebut dapat diambil lansung dalam bentuk dana segar setiap bulan,
atau dijadikan saham dalam manajemen pengelolaan atau alternatif lain yang
disepakati antara manajemen pengelola KWAT Cisondari dengan 3 lembaga yang
bersangkutan atas representasi pemerintah daerah.
MANFAAT PROGRAM
Manfaat bagi Pemerintah
Kabupaten Bandung
i.
Kepastian
pendapatan daerah dari nilai kontrak yang disetujui
ii. Kepastian pengelolaan KWAT Cisondari
secara profesional, modern, transparan
dan berkelanjutan
iii.
Bertambahnya
fasilitas yang tersedia pada lokasi wisata dengan adanya investasi berupa sarana
dan prasarana
iv. Terjaminnya
perawatan aneka sarana dan prasarana di lokasi wisata
Cisondari
v.
Ketersediaan
berbagai fasilitas umum bagi penduduk lokal dan para
pengunjung
vi. Dapat menjadi pusat sumber berbagai
informasi bagi pemkab
vii. Ajang sosialiasasi berbagai peraturan dan
kebijakan pemkab, baik
berhubungan lansung atau tidak dengan
dunia pariwisata maupun yang tidak berhubungan lansung dengan dunia pariwisata
Manfaat bagi Dunia
Usaha di Daerah
i.
Multiplier effect dari kedatangan para wisatawan, baik
domestik maupun mancanegara
ii.
Sebagai
pusat pemasaran aneka produk dan komoditi unggulan daerah
iii.
Sebagai
sumber informasi yang bermanfaat bagi pengembangan berbagai komoditi dan produk
unggulan dari informasi para pengunjung
iv.
Ajang
temu bisnis dalam mengembangkan kemitraan dan menambah relasi bisnis
v.
Ketersediaan
berbagai sarana dan prasarana serta jasa untuk menunjang pertemuan bisnis
Manfaat bagi Dunia Industri Pariwisata
i.
Sebagai
ajang promosi berbagai paket wisata yang khas sesuai dengan paket yang
dirancang
ii.
Sebagai
sumber informasi untuk mengembangkan berbagai konsep wisata yang telah berhasil
pada daerah lain
iii.
Ketersediaan
aneka fasilitas pendukung pariwisata seperti homestay, restoran dan sebagainya
iv.
Kepastian
pengelolaan KWAT Cisondari secara profesional, modern, transparan dan
berkelanjutan
v.
Bertambahnya
fasilitas yang tersedia pada lokasi wisata dengan adanya investasi berupa sarana
dan prasarana
Manfaat bagi Masyarakat dan Sekitarnya
i.
Ketersediaan
lapangan pekerjaan sebagai sumber penghidupan untuk meningkatkan kesejahteraan
dan mutu hidup
ii.
Tempat
penyaluran berbagai kreativitas di bidang pariwisata, seni dan budaya serta
aneka kerajinan
iii.
Kesempatan
untuk berhubungan dengan orang yang berasal dari berbagai daerah dan negara,
hal ini dapat membawa dampak yang besar dalam membentuk pola pikir dan wawasan
iv.
Kesempatan
menjalin komunikasi dan jaringan dengan orang dari berbagai tempat, jalinan
komunikasi dan silaturrahmi ini dapat menjadi titik awal bisnis dan karir
v.
Sebagai
tempat pemasaran produk Kopi dan
kerajinan ciri khas daerah Cisondari
vi.
Ketersediaan
berbagai fasilitas umum
Manfaat bagi Dunia
Akademis/ilmu pengetahuan
i.
Lokasi penelitian berbagai disiplin ilmu, misalnya
biologi tentang kupu-kupu dan aneka flora dan fauna, sosiologi dan sebagainya
(eksak dan non eksak)
ii. Lokasi
berbagai acara akademis dan ilmiah,
g.
Manfaat bagi
Lingkungan Hidup
i.
Terpeliharanya kelestarian alam dan lingkungan serta keanekaragaman
hayati
NILAI KONTRAK YANG
DISEPAKATI
Nilai kontrak yang disepakati
tergantung negosiasi
FAKTOR PENDUKUNG
a. Relatif
besarnya potensi Cisondari yang belum dikembangkan secara optimal sebagai
sebuah objek wisata
b.
Lokasi
Cisondari yang berada di daerah Kawasan wisata Ciwidey Kabupaten Bandung
c.
Ketersediaan
infrastruktur pendukung di lokasi dan di sekitar lokasi, misalnya jalan, jaringan listrik, telepon, sumber air
dan sebagainya
d.
Ketersediaan
tenaga pengelola sebuah industri pariwisata secara profesional sesuai dengan
latar belakang pendidikan dan pengalaman pekerjaan
e.
Besarnya
potensi pasar industri pariwisata yang belum terisi secara optimal, baik dalam
skala lokal maupun nasional
f.
Parstisipasi
masyarakat yang ralatif tinggi terhadap upaya pengembangan dan pembangunan
industri pariwisata.
g.
Karakter
masyarakat Desa Cisondari umumnya masih mempunyai kontrol yang relatif tinggi
sehingga menunjang visi CLEAN TOURISM.
h.
Budaya
masyarakat Desa Cisondari dan sekitarnya yang ramah serta terbuka terhadap
perubahan
i.
Situasi
dan kondisi keamanan di Desa Cisondari yang kondusif untuk mendukung upaya pengembangan
industri pariwisata
STRATEGI PELAKSANAAN
PROGRAM
a. Melakukan
pendekatan dan kerjasama dengan berbagai pihak yang berminat mengelola kawasan
wisata Cisondari dengan memberdayakan mereka pada pekerjaan yang sesuai dengan
kemampuan mereka masing-masing
b. Menanamkan
modal investasi secara kolektif (konsorsium) jika tidak mampu dilaksanakan
secara pribadi/individual. Dapat pula dilakukan pola saham dengan Pemerintah
Kabupaten Bandung sebagai salah satu pemegang saham
c. Mengoptimalkan
pengelolaan dan melakukan upaya sosialisasi dan publikasi secara intensif dan
melibatkan lebih banyak pihak
d. Memberikan
masukan dan pertimbangan logis kepada pihak yang berwenang mengambil keputusan
akan pentingnya konsistensi kebijakan pimpinan daerah
e. Memanfaatkan
jaringan Relawan,LSM dan Media yang ada di Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan di Kawasan
Wisata Alam Terpadu (KWAT) Cisondari.
GAMBARAN UMUM PROGRAM
PENGEMBANGAN
Pengembangan di Bidang Sarana dan Prasarana
1. Sarana
bermain anak.
Pengembangan sarana dan sarana
bermain anak meliputi berbagai permainan dan kelengkapannya, , ayunann, seluncuran
dan sebagainya.
2. Aula
Dibangun sebuah aula atau ruangan
serba guna yang digunakan untuk berbagai keperluan seperti rapat, resepsi,
eksebisi dan lain-lain. Pembangunan aula ini tidak mesti bermakna pembangunan
sebuah gedung permanen konvensional tapi sebuah tempat yang khas dan bernuansa
alami.
3. Resto
Untuk memenuhi kebutuhan
pengunjung akan makanan selama berada di lokasi wisata dan penganan khas berupa
produk pengolahan pangan sebagai oleh-oleh, maka dibangun sebuah restoran yang
representatif yang juga menyediakan berbagi produk pengolahan pangan khas dan
Kopi Unggulan Cisondari yang dibuat secara tradisional.
4. Homestay
Semakin lama pengunjung berada di
lokasi wisata diharapkan akan semakin banyak pelayanan yang dapat diberikan
kepada mereka dan semakin besar manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat.
Oleh sebab itu kehadiran sarana penginapan sangatlah dibutuhkan. Penginapan (homestay) yang disediakan adalah
penginapan sederhana, alami, representatif dan sehat.
5. Souvenir
Shop
Toko
cendramata ditata sedemikian rupa sehingga dapat bersinergi dengan usaha
penyediaan berbagai cendramata
Buper
Dilakukan pembenahan terhadap bumi
perkemahan (camping area) sehingga
menjadi sebuah lahan kemping yang aman, nyaman, alami dan memadai sebagai
sebuah camping area dengan berbagi
kelengkapanya. Pada unit ini dapat
juga dikembangkan usaha penyewaan peralatan dan perlengkapan kemping bagi para
pengunjung.
Pengembangan dalam Bidang Penawaran Paket Wisata
1. Wisata
Alam (Natural Tour Package)
Paket Wisata
Alam (PWA) Lembah Harau berisi berbagai kegiatan perjalanan dan pertualangan di
alam, mulai dari hiking ke kebun
Kopi, hutan lindung dan Air Terjun. Pada paket ini para peserta tour dapat menyaksikan proses pengolahan
Kopi secara lansung. di pondok yang khas bentuk, fungsi dan peralatannya.
2. Wisata
Petualangan (Advanture Tour Package)Paket
Wisata Petualangan merupakan ‘lanjutan’ dari wisata alam. Dalam ATP dilanjutkan
dengan kegiatan menginap di alam bebas berupa pegunungan dan hutan.
3. Wisata
Budaya (Cultural Tour Package)
Paket wisata
lain yang ditawarkan kepada para turis lokal dan mancanegara adalah konsep
wisata budaya, dalam wisata budaya ini para pengunjung di bawa berkunjung ke
tempat-tempat yang merupakan aset budaya berupa bangunan dan tempat tempat
penting dalam budaya . Selain itu para pengunjung/peserta juga berkesempatan
menyaksikan berbagai suguhan atraksi budaya berupa pagelaran tari dan lagu
serta atraksi seni lainnya seperti ………………………… dan sebagainya.
4. Wisata
Sejarah (Historical Tour Package)
Dalam paket
wisata sejarah ini ditawarkan kesempatan untuk mengunjungi tempat bersejarah sebuah
gedung peninggalan colonial Belanda ;,
sejarah relijius dan seterusnya.
.
5. Wisata
Olah Raga (Sporty Tour Package)
Wisata olah
raga yang khusus ingin dikembangkan di Kawasan Wisata Terpadu ……………………………………………………….
…………………………………………………………………………
Pengembangan ‘Perangkat Lunak’ Industri Pariwisata
Daerah
a) Tenaga
pengelola industri pariwisata
Pengelolaan
pariwisata di daerah selayaknya merupakan pekerjaan yang mendapat dukungan
penuh dari berbagai pihak ; pengelola objek wisata, pemerintah, swasta,
masyarakat, lembaga sosial masyarakat, pers, LSM, legistalif dan seterusnya. Khusus
bagi tenaga yang terlibat lansung dalam kegiatan pengelolaan pariwisata di
daerah sebenarnya telah ada tenaga yang berlatar belakang pendidikan dan
pelatihan di bidang pariwisata, namun tenaga terdidik dan terlatih-yang umumnya
generasi muda- ini belum memperoleh kesempatan mengaplikasikan pengetahuan
dan keterampilannya di kawasan wisata
yang ada di daerah. Kawasan wisata terpadu ini diharapkan dapat menyerap tenaga
kerja yang terampil, profesional dan bertanggung jawab mewujudkan visi CLEAN
TOURISM.
b) Atraksi
budaya
Pengelola Kawasan
Wisata Terpadu Cisondari berkeinginan mengorganisir berbagai kelompok kesenian
tradisional yang ada di Jawa Barat. Kelompok kesenian tradisional ini diberi
kesempatan untuk tampil secara bergiliran di Cisondari. Sebagai pembanding dan
menambah referensi kesenian tradisional Jawa Barat, secara periodic. Ditampilkan.
c) Event Organizer (EO),
Untuk
meningkatkan nilai jual objek wisata Cisondari, maka di bentuk sebuah unit yang
menjalankan fungsi sebagai event organizer
dari para pengunjung dan atau calon
pengunjung. Dengan adanya event organizer ini diharapkan Cisondari
tidak lagi hanya dikenal sebagai objek alam dengan hamparan lembah yang unik
saja, tapi dikenal juga sebagai tempat yang kondusif untuk mengadakan pertemuan,
rapat, konferensi, eksebisi dan sebagainya. Disamping tempat yang kondusif dan
sarana yang lengkap untuk pertemuan semacam itu, dalam pelaksanaan acara pun
ada kelompok yang membantu mempermudah pengurusan dan pelaksanaannya.
d) Kemasan
Seringkali
sebuah komoditi yang bagus tidak laris karena kemasan yang tidak memikat hati
konsumen dan atau calon konsumennya. Objek wisata yang paket wisata pada
prinsipnya merupakan komoditi yang juga harus dikemas dengan kemasan yang tepat
dan sesuai. Mengemas sebuah komoditi bernama pariwisata membutuhkan
pengetahuan, pemahaman dan konsep yang tepat. Calon pengelola KWT Cisondari ini
memenuhi kriteria tersebut. Dalam menyusun paket wisata yang ditawarkan
pengelola bekerjasama dengan konsultan pariwisata
e) Sumber
daya sosial
Sumber daya
sosial yang perlu dibenahi mencakup sikap dan prilaku masyarakat agar tetap
bisa ramah dan bersahabat dengan para turis baik lokal maupun mancanegara. Turis tidak lagi dipandang semata-mata
sebagai objek yang bisa digarap dan menjadi sumber pendapatan. Penataan
berbagai piranti untuk menunjang keamaan dan kenyamanan seperti menghilangkan
pungutan liar, keamanan kendaraan, kebersihan dan sebagainya merupakan sebuah
keharusan.
f) Sumber
daya pemerintahan
Pemerintah
daerah juga perlu mendukung upaya pengembangan pariwisata dengan memproduksi
serangkaian aturan dan kebijakan yang
menunjang keberhasilan upaya pengembangan pariwisata. Perlu dibuat aturan yang
jelas tentang berbagai pungutan (pajak dan retribusi) di bidang pariwisata,
baik kepada wisatawan maupun kepada pengelola objek wisata serta industri
pariwisata pada umumnya.
Pengembangan
Perangkat Pendukung
.
a. Life Music setiap minggu
Untuk mengisi
waktu senggang pengunjung dan menambah daya tarik Cisondari, diselenggarakan
hiburan berupa pertunjukkan musik lansung di pentas terbuka di alam.
Pertunjukkan musik lansung ini menampilkan grup musik yang ada,Jenis musik yang
ditampilkan terbagi atas dua, yakni musik tradisional seperti Kecapi
Suling,Cianjuran Calung, dan sebagainya dan musik modern berupa
penampilan organ tunggal setiap hari minggu. Pada hari libur nasional
ditampilkan kelompok musik yang berbeda dengan penampilan pada hari minggu
biasa.
AGENDA WISATA TAHUNAN
Agenda wisata sepanjang tahun
dikelompokkan ke dalam jenis wisata yang ada dengan berbagai paket yang
ditawarkan. Pada waktu libur sekolah diselenggarakan paket khusus liburan bagi
anak-anak usia sekolah, Agenda wisata
juga termasuk berbagai event yang digelar di KWAT Cisondari.
MANAJEMEN MUTU
Untuk menjamin mutu dari
penyusunan program dan implementasi program di lapangan, maka usaha yang
dilakukan diantaranya adalah:
a. Dalam
pengelolaan industri pariwisata bekerjasama dengan konsultan pariwisata yang
telah berpengalaman.
b. Dalam
membuat paket bekerjasama dengan berbagai pihak yang berkompeten di bidang
paket yang dibuat,
c. Dinas Pariwisata, perguruan tinggi, museum dan
sebagainya.
d.
Dalam
memasarkan berbagai paket bekerjasama dengan Travel Agent, Hotel, Event
Organizer dan pelaku industri pariwisata lainnya.
e.
Dalam
menggali dan mengangkat berbagai potensi budaya daerah, pihak pengelola
bekerjasama dengan sanggar-sanggar kesenian, para seniman tradisional dan
seniman modern dan pihak-pihak lainnya.
PENUTUP
Makalah ini disusun sebagai kerangka dasar konsep pengembangan Desa
Cisondari menjadi Kawasan Wisata Terpadu Cisondari. Sebagai sarana sosialiasasi
ide, makalah ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi berbagai
pihak yang berkompeten dalam mengambil keputusan sehubungan dengan pengembangan
pariwisata di Kabupaten Bandung dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar